SIANG DI SERBELAWAN
Seorang lelaki berjalan ditengah teriknya siang serbelawan
Dengan sejuta harapan silam memohon sebuah pertolongan
Rambut coklatnya kering terbakar panasnya siang
Berhenti sejenak meneguk air minumnya
Dia susuri sisi jalan serbelawan
Genangan air di tengah jalan, serpihan bebatuan berserak disana
Seakan panas mengoyak jalan
Tertumbuh jua ilalang di sebrang jalan itu
Ia langkahkan lagi kaki yang panjang
Melompati sisi demi sisi bebatuan
Dengan keringat yang membasahi baju birunya
Hampir saja ia terjatuh...
Bangunan-bangunan kokoh usang berdebu hitam
Terdapat harta tiada bertuan
Hanya keluah bertebaran di serbelawan
Sejuta doa telah ia panjatkan
Menanti pertolongan sang tuhan
Terdiam ia disana
Dalam hati ia katakan
"Wahai sang DURJANA'
''Tiada pantas engkau BERPESTA''
Tidak ada komentar:
Posting Komentar